Kamis, 12 Juni 2014

Arus Listrik

Arus Listrik


adalah mengalirnya elektron secara terus menerus dan berkesinambungan pada konduktor akibat perbedaan jumlah elektron pada beberapa lokasi yang jumlah elektronnya tidak sama. satuan arus listrik adalah Ampere.

Arus listrik bergerak dari terminal positif (+) ke terminal negatif (-), sedangkan aliran listrik dalam kawat logam terdiri dari aliran elektron yang bergerak dari terminal negatif (-) ke terminal positif(+), arah arus listrik dianggap berlawanan dengan arah gerakan elektron.





Gambar 1. Arah arus listrik dan arah gerakan elektron.

�1 ampere arus adalah mengalirnya elektron sebanyak 624x10^16 (6,24151 � 10^18) atau sama dengan 1 Coulumb per detik melewati suatu penampang konduktor�

Formula arus listrik adalah:

I = Q/t (ampere)

Dimana:
I = besarnya arus listrik yang mengalir, ampere
Q = Besarnya muatan listrik, coulomb
t = waktu, detik

Kuat Arus Listrik

Adalah arus yang tergantung pada banyak sedikitnya elektron bebas yang pindah melewati suatu penampang kawat dalam satuan waktu.

Definisi : �Ampere adalah satuan kuat arus listrik yang dapat memisahkan 1,118 milligram perak dari nitrat perak murni dalam satu detik�.

Rumus � rumus untuk menghitung banyaknya muatan listrik, kuat arus dan waktu:

Q = I x t
I = Q/t
t = Q/I

Dimana :
Q = Banyaknya muatan listrik dalam satuan coulomb
I = Kuat Arus dalam satuan Amper.
t = waktu dalam satuan detik.

�Kuat arus listrik biasa juga disebut dengan arus listrik�

�muatan listrik memiliki muatan positip dan muatan negatif. Muatan positip dibawa oleh proton, dan muatan negatif dibawa oleh elektro. Satuan muatan �coulomb (C)�, muatan proton +1,6 x 10^-19C, sedangkan muatan elektron -1,6x 10^-19C. Muatan yang bertanda sama saling tolak menolak, muatan bertanda berbeda saling tarik menarik�

Rapat Arus

Difinisi :
�rapat arus ialah besarnya arus listrik tiap-tiap mm� luas penampang kawat�.



Gambar 2. Kerapatan arus listrik.

Arus listrik mengalir dalam kawat penghantar secara merata menurut luas penampangnya. Arus listrik 12 A mengalir dalam kawat berpenampang 4mm�, maka kerapatan arusnya 3A/mm� (12A/4 mm�), ketika penampang penghantar mengecil 1,5mm�, maka kerapatan arusnya menjadi 8A/mm� (12A/1,5 mm�).

Kerapatan arus berpengaruh pada kenaikan temperatur. Suhu penghantar dipertahankan sekitar 300�C, dimana kemampuan hantar arus kabel sudah ditetapkan dalam tabel Kemampuan Hantar Arus (KHA).



Tabel 1. Kemampuan Hantar Arus (KHA)

Berdasarkan tabel KHA kabel pada tabel diatas, kabel berpenampang 4 mm�, 2 inti kabel memiliki KHA 30A, memiliki kerapatan arus 8,5A/mm�. Kerapatan arus berbanding terbalik dengan penampang penghantar, semakin besar penampang penghantar kerapatan arusnya mengecil.

Rumus-rumus dibawah ini untuk menghitung besarnya rapat arus, kuat arus dan penampang kawat:

J = I/A
I = J x A
A = I/J

Dimana:
J = Rapat arus [ A/mm�]
I = Kuat arus [ Amp]
A = luas penampang kawat [ mm�]

Contoh Soal :
  1. Dalam suatu penghantar mengalir muatan sebesar 3600 coulomb, selama 4 menit. Berapakah besar arus listriknya ?
Diketahui : Q = 3600 C
t = 4 menit = 4 x 60 s = 240 s = 240 dt
Ditanyakan : I = ?
Jawab :
I = Q/t
=3600 C/240s
= 15 Ampere
Jadi arus listrik yang mengalir = 15 ampere = 15 A

2. Didalam sebuah penghatar selama 2 menit mengalir arus listrik sebesar 2 Ampere. Tentukanlah besar muatan listriknya !
Diketahui : t = 2 menit = 2 x 60 detik = 120 s = 120 dt
I = 2 Ampere
Ditanyakan : Q = ?
Jawab : Q = I x t = 2 A x 120 dt = 240 A , dt = 240 Coulomb.
Jadi muatan yang mengalir = 240 Coulomb = 240 C

3. Muatan listrik sebesar 600 Coulomb mengakibatkan arus mengalir di dalam penghantar sebesar 3 Ampere. Berapa lama muatan itu mengalir ?
Diketahui : Q = 600 Coulomb
I = 3 Ampere
Ditanyakan : t = ?
Jawab :
t =Q/t
= 600c/13A
= 200 sekon
= 200 dt
Jadi lama muatan itu mengalir = 200 sekon = 200 detik

4. Selama 20 menit di dalam penghantar mengalir muatan sebesar 1200 Coulomb.
Berapakah besar arus listriknya ?
Diketahui :
t = 20 menit = 20 x 60 detik = 1200 s = 1200 dt
Q = 1200 Coulomb
Ditanyakan : I = ?
Jawab :
I = Q/t =1200C/1200s
= 1 Ampere
= 1 A
Jadi arus listrik yang mengalir dalam penghantar = 1 Ampere = 1 A

  • 1 Ampere = 1000 mili Ampere = 10 m A
  • 1 mili Ampere = 1000 mikro Ampere = 10 u A
  • 1 Ampere = 1000 m A = 1000.000 mikro Ampere
Sumber Arus Listrik
Sumber arus listrik adalah penghasil arus listrik. Sumber arus listrik ada 2 macam :
  1. Sumber arus listrik searah ( DC = Direct Current )
Yaitu sumber arus listrik yang tidak berubah fasenya. Pada gambar grafik yang memperlihatkan hubungan antara tegangan ( V ) dan waktu ( t ) pada
Arus Listrik searah ( DC ).
Gambar 3. Grafik Arus Listrik Searah ( DC)
Contoh Sumber arus listrik searah ( DC )
  1. Batere/Baterai ( elemen kering )
  2. Accumulator ( aki = accu ) (elemen basah )
  3. Elemen Volta ( elemen basah )
  4. Solar sel
  5. Dinamo DC atau Generator DC
  6. Adaptor AC ke DC : a. Adaptor Sistem Perata Tunggal, b. Adaptor Sistem Cabang Tengah, c. Adaptor Sistem jembatan, d. Adaptor Sistem Dwi Kutub
  1. Sumbaer arus listrik bolak balik ( AC = Alternating Current )
Yaitu sumber arus listrik yang berubah-ubah fasenya setiap saat, jangka waktu tertentu mengalir ke satu arah,dan waktu yang lainnya kearah yang lain.
Gambar 4. Grafik Arus listrik bolak balik ( AC )

Contoh sumber arus listrik bolak balik ( AC )
  1. Generator AC
  2. Jala-jala PLN yang dihasilkan oleh : PLTA, PLTU, PLTP, PLTN, dll.
  3. Inverter DC ke AC

Gambar Generator AC
Gambar Jaringan listrik PLN
Gambar inverter DC ke AC

Alat Ukur

Amperemeter adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur besarnya arus listrik
Gambar Ampere Meter

Besaran Listrik


Besaran-besaran listrik

 

Tegangan listrik (Electricity)
Adalah potensi/tekanan listrik dari suatu sumber listrik, besar tegangan listriknya ditentukan oleh perbedaan potensi antara satu titik dengan titik lainnya. Satuan tegangan listrik adalah Volt (V) dan mempunyai simbol huruf E. Alat untuk mengukur tegangan listrik adalah Voltmeter.
Kuat arus (Intensity)
Adalah banyak muatan listrik yang mengalir tiap detik melalui suatu penghantar. Satuan kuat arus listrik adalah Ampere (A) dan mempunyai simbol I. Alat untuk mengukur kuat arus listrik adalah Ampere meter.
Hambatan listrik (Resistance)
Adalah rintangan yang dihadapi oleh aliran listrik pada suatu penghantar. Satuan untuk mengukur hambatan listrik adalah Ohm (Ω) dan mempunyai simbol R, alat untuk mengukur hambatan listrik adalah Ohm Meter.
Dari percobaan yang dilakukan George Simon Ohm menghasilkan Hukum Ohm dan ditulis dalam bentuk rumus:

Ket :
E = tegangan listrik (Volt)
I = kuat arus listrik (Ampere)
R = hambatan listrik (Ohm)
Daya listrik (Power)
Adalah kekuatan yang dikandung dalam aliran arus dan tegangan listrik melalui hambatan dengan besaran tertentu. Satuan ukuran daya listrik adalah Watt (W) dan mempunyai simbol P. Dapat dirumuskan sebagai berikut:
P = E x I
Ket:
P = daya listrik (Watt)
E = tegangan listrik (Volt)
I = kuat arus listrik (Ampere)
Hubungan antara besaran-besaran listrik menghasilkan rumus sbb:

Pengertian Fungsi dan Kegunaan Arduino

Pengertian Fungsi dan Kegunaan Arduino 

Salah satu jenis Arduino yang digunakan dalam dunia otomasi robotika
Arduino Duemilanove

 

 

 

Arduino  adalah pengendali mikro single-board yang bersifat open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai bidang. Hardwarenya memiliki prosesor Atmel AVR dan softwarenya memiliki bahasa pemrograman sendiri. Saat ini Arduino sangat populer di seluruh dunia. Banyak pemula yang belajar mengenal robotika dan elektronika lewat Arduino karena mudah dipelajari. Tapi tidak hanya pemula, para hobbyist atau profesional pun ikut senang mengembangkan aplikasi elektronik  menggunakan Arduino. Bahasa yang dipakai dalam Arduino bukan assembler yang relatif sulit, tetapi bahasa C yang disederhanakan dengan bantuan pustaka-pustaka (libraries) Arduino. Arduino juga menyederhanakan proses bekerja dengan mikrokontroler, sekaligus menawarkan berbagai macam kelebihan antara lain:
 * Murah  - Papan (perangkat keras) Arduino biasanya dijual relatif murah (antara 125ribu hingga 400ribuan rupiah saja) dibandingkan dengan platform mikrokontroler pro lainnya. Jika ingin lebih murah lagi, tentu bisa dibuat sendiri dan itu sangat mungkin  sekali karena semua sumber daya untuk membuat sendiri Arduino tersedia lengkap di website Arduino bahkan di website-website komunitas Arduino lainnya. Tidak hanya cocok untuk Windows, namun juga cocok bekerja di Linux.

 * Sederhana dan mudah pemrogramannya  -  Perlu diketahui bahwa lingkungan pemrograman di Arduino mudah digunakan untuk pemula, dan cukup fleksibel bagi mereka yang sudah tingkat lanjut. Untuk guru/dosen, Arduino berbasis pada lingkungan pemrograman Processing, sehingga jika mahasiswa atau murid-murid terbiasa menggunakan Processing tentu saja akan mudah menggunakan Arduino.

 * Perangkat lunaknya Open Source - Perangkat lunak Arduino IDE dipublikasikan sebagai Open Source, tersedia bagi para pemrogram berpengalaman untuk pengembangan lebih lanjut. Bahasanya bisa dikembangkan lebih lanjut melalui pustaka-pustaka C++ yang berbasis pada Bahasa C untuk AVR.

 * Perangkat kerasnya Open Source  -  Perangkat keras Arduino berbasis mikrokontroler ATMEGA8, ATMEGA168, ATMEGA328 dan ATMEGA1280 (yang  terbaru ATMEGA2560). Dengan demikian siapa saja bisa membuatnya (dan kemudian bisa menjualnya) perangkat keras Arduino ini, apalagi bootloader tersedia langsung dari perangkat lunak Arduino IDE-nya. Bisa juga menggunakan breadoard untuk membuat perangkat Arduino beserta periferal-periferal lain yang dibutuhkan.

Datasheet 7 Segment Display

7 Segment Display Datasheet

 

7 Segment LED display.

This data sheet details the following two parts:
Description: Kingbright Part No: Kitronik Part No:
14.2 mm green 7 segment common anode display SA56-11GWA 3512
14.2 mm green 7 segment common cathode display SC56-11GWA 3513

Both parts have the same mechanical attributes and use a standard 0.1” lead pitch for easy mounting. The difference between the parts as (shown below) is whether the LED anodes or LED cathodes are connected together.
7_seg_display_datasheet_01
7_seg_display_datasheet_02

Minggu, 01 Juni 2014

Resistor

Mengenal Komponen Elektronika



 Resistor-Menyambung artikel sebelumnya tentang jenis resistor kali ini agar penjelasan tentang komponen elektronika resistor lebih mendetail saya mencoba berbagi informasi tentang kegunaan resistor,Cara membaca kode warna resistor,Variable Resistor,Komponen Pengganti dan Satuan Resistor.Jika dibandingkan dengan komponen elektronika yang lain saya pikir Resistor yang paling mudah dipahami walaupun anda belajar secara otodidak namun jangan lupa tidak cukup hanya membaca teorinya saja alangkah baiknya langsung praktek dengan mengamati secara langsung.Oke…langsung saja berikut ini informasi selengkapnya:

Komponen Elektronika
Simbol Resistor
Kegunaan Resistor
Resistor banyak digunakan dalam rangkaian elektronika untuk:
1.Membagi tegangan listrik
2.Pembagi arus pada rangkaian paralel
3.Menurunkan tegangan listrik
4.Pemikul beban (Load resistance)

Cara Membaca Kode Warna Resistor
Kebanyakan Resisitor yang akan sering anda jumpai ketika praktek adalah resistor yang menggunakan kode warna untuk menyatakan besarnya hambatan listrik  dan biasanya resistor jenis karbon dan Metal film.Anda bisa mengetahui besaranya hambatan listrik dengan membaca kode warna tersebut caranya sebagai berikut:
Urutan Kode warna :Hitam,Coklat,Merah,Oranye,Kuning,Hijau,Biru,Ungu,Abu-Abu,Putih Untuk lebih jelasnya silahkan lihat gambar dibawah ini:

Kode Warna Resistor
Untuk resistor yang memiliki 4 gelang warna(Resistor Karbon):
Gelang ke 1 Menyatakan =Angka ke 1
Gelang ke 2 Menyatakan =Angka ke 2
Gelang ke 3 Menyatakan  banyaknya /Faktor Perkalian(10⁰-10⁹)
Gelang ke 4 Menyatakan =Toleransi.Coklat 1% Merah 2% Hijau 0.5% Biru 0,25% Ungu 0,1% Abu-abu 0,05% Emas 5% Perak 10% Tak berwarna 20% Yang Umum digunakan Emas,Perak dan Coklat.
Contoh Sebuah Resistor memiliki warana Abu-abu merah oranye emas nilainya berarti:
Gelang ke 1 =Abu-abu=8(Angka ke 1)
Gelang ke 2=Merah=2(Angka ke 2)
Gelang ke 3=Oranye=10³=1000(Faktor Perkalian)
Gelang ke 4=Emas=5%(Toleransi)
Jadi nilai resistor tersebut=82x1000=82.000 Ohm
Anda tentu akan bertanya-tanya Angka ke 4/Toleransi Maksudnya apa?Jawaban ringkasnya nilai resistor yang masih bisa ditolerir jika ternyata nilai resistor tersebut ketika diukur dengan ohmmeter tidak sesuai dengan kode warnanya.Dari contoh diatas nilai resistor=82.000 Ohm toleransi 5%=5/100x82.000=4100 Ohm Jadi Nilai resistor Maksimum 82.000+4100=86100 Ohm sedangkan Nilai Minimum=82.000-4100=77900 Ohm Kesimpulannya jika sebuah resistor dengan kodewarna Abu-abu Merah Orange Emas nilainya antara 77900-86100 Ohm artinya resistor tersebut masih baik.Oleh karena itu cara mengetahui nilai resistor yang paling akurat yaitu menggunakan multimeter.
Untuk resistor yang memiliki 5 gelang warna (Resistor Metal Film)
Gelang ke-1 Menyatakan Angka ke 1
Gelang ke 2- Menyatakan Angka ke 2
Gelang Ke 3 Menyatakan =Angka ke 3
Gelang ke 4 Menyatakan jumlah Nol/Faktor Perkalian
Gelang Ke 5 Menyatakan =Toleransi
Contoh sebuah Resistor memiliki  warna : Merah, Coklat, Merah, Oranye dan Emas maka nilainya berarti=212x1000=212000 Ohm Toleransinya 5%

Variable Resistor.
Besarnya hambatan listrik sebuah resistor  bisa diketahui dengan melihat kode warna atau nilai yang tertera langsung di bodinya dan nilainya tidak akan berubah kecuali jika mengalami kerusakan  namun ada jenis resistor yang nilai hambatannya bisa berubah-ubah namanya variable resistor atau disingkat VR.Bahannya ada yang terbuat dari zat arang  adapula yang terbuat dari kawat nikelin.Contoh yang paling mudah terdapat pada pengatur volume/bass/treble speaker aktif,pengatur volume pada Compo dan lain-lain.Dilihat dari cara kerjanya VR dibedakan menjadi 2 yaitu Potensiometer  dan trimpot.Potensiometer cara merubah hambatannya biasanya dengan cara memutar As nya kekiri kekanan atau menggeser dari  atas kebawah sedangkan trimpot cara merubah hambatannya dengan cara mengetrim menggunakan obeng.

Komponen Pengganti.
Masalah yang terkadang muncul ketika merakit suatu rangkaian elektronika yaitu tidak tersedianya komponen yang sesuai dengan yang dibutuhkan.Cara mengatasinya anda bisa mempergunakan komponen pengganti yang nilainya sama.Untuk resistor komponen pengganti bisa anda dapatkan dengan menggabung 2 resistor atau lebih bisa dengan hubungan seri atau paralel namun yang paling mudah menggunakan hubungan seri karena anda tinggal menjumlahkan semua resistor contohnya jika anda ingin mengganti Resistor yang nilainya 100 Ohm dengan  anda tinggal menggunakan 2 resistor ukuran 50 Ohm.Sedangkan bila menggunakan hubungan paralel agak sedikit ribet karena perhitungannya menggunakan pembagian.

Satuan Resistor
1 Kilo ohm atau 1K Ohm = 1000 Ohm
1Mega ohm atau 1M = 1000 kilo ohm
1K2 Ohm= 1200 Ohm
1M9 Ohm=1900K Ohm
1R2 Ohm= 1,2 Ohm
 
Sampai disini dulu informasi tentang Mengenal Komponen Elektronika : Resistor(2) Semoga semakin menambah pengetahuan Anda khususnya komponen elektronika Terima Kasih Atas Kunjungannya.